Categories
Pendidikan

Unsur – Unsur Alur

Unsur – Unsur Alur

Unsur - Unsur Alur

1. Awal

Penulis mentransmisikan informasi sederhana kepada pembaca, misalnya dengan menghadirkan karakter, kondisi, tempat tinggal, pekerjaan dan kebiasaan cerita.
Fungsi paparan adalah untuk memberikan pembaca dengan informasi sehingga mereka dapat dengan mudah mengikuti sisa cerita. Perlu dicatat bahwa situasi yang digambarkan pada awal plot harus membuka kemungkinan untuk perkembangan cerita dan membangkitkan rasa ingin tahu pembaca tentang kelanjutan cerita.
Incentive moment gu Peristiwa yang mengawali kemunculan penderitaan, misalnya, kemunculan karakter baru yang bertindak sebagai katalisator, atau peristiwa yang membahayakan awalnya secara harmonis (Sudjiman, 1986: 39).
Terlihat (tindakan tambahan) à Muncul sebagai kelanjutan dari rangsangan antara sesuatu dan karakter utama (mungkin ada masalah dengan karakter lain, diri mereka sendiri, nilai-nilai, lingkungan, dll).

 

2. Tengah

Konflik – Perkembangan masalah menjadi konflik / ketidaksepakatan antara dua kekuatan yang berlawanan.
Komplikasi à Konflik yang meningkat.
Perselisihan / komplikasi mencapai puncak à Summit.


3. Akhir

Perkembangan acara menuju penyelesaian Dalam kasus ini, ada kalanya deus ex machina diturunkan, yaitu, seseorang atau sesuatu yang tiba-tiba muncul dan memberikan solusi (Sudjiman 1986: 19)
Pengakhiran (hasil) à Kisah terakhir atau terakhir. Akhir ceritanya bisa melegakan (happy end), sedih (unhappy end / sad end), juga bisa digantung tanpa resolusi.

Elemen aliran dikemas dengan cara ini oleh penulis, sehingga cerita yang diceritakan mempengaruhi emosi pembaca. Oleh karena itu, penulis selalu memasukkan ketegangan / ketegangan (meningkatnya ketidakpastian), ketegangan / cakupan (proses penambahan ketegangan emosional) dan penyusutan / feses (proses mengurangi ketegangan emosional). Alat yang digunakan untuk membuat ketegangan meliputi:

Jika urutan kronologis sebuah cerita terganggu oleh peristiwa yang terjadi dengan teknik bolak-balik (Sudjiman, 1986: 3). Penekanan ini bisa dalam bentuk memimpikan karakter yang mengingat masa lalu, tetapi juga dalam bentuk mimpi atau dialog antar karakter. apa yang akan datang.

Baca Juga Artikel Lainnya :